Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
0

A new start with drug treatment

The drug treatment is a warm issue nowadays, and explore is in progress in this sector so as to amend the caliber from drug rehab and create it more workable. The 1st pace in drug treatment is to key out the background by an addict, which will aid in getting the right drug treatment solvent for him or her.

Next, the continuance for which the drug addiction has subsisted is crucial. This had better be analyzed to place the drug balance show in his or her body. Drug treatment has a lot of forms. Some the process, it should be accomplished in a mild and comforting mode so that the patient is comfy in experiencing it. Detox is a main procedure in drug treatment.

Treatment centres can assist in so many methods. In an alcohol treatment center, masters can ascertain the severity from your beloved alcoholism, which will in act ascertain what kinda alcohol treatment they should get. This individualized attention can merely be applied in an alcohol rehab centre. Treatment formulas may admit detoxification and acquiring prescribed medicines.Other nice thing about going to an alcohol rehab is that they not just provide assist to the addicted, but they too provide servings to assist their family clear up this hard time. This report is blogsvertise by http://www.axishouse.net/ .

...Read More
2

4 Tanda Pria dengan "Mini P"


Ukuran penis, bagi para pria adalah persoalan besar. Ukuran, buat mereka akan menunjukkan suatu "supremasi" -khususnya di kalangan mereka sendiri. Ukuran, juga akan menjadi semacam penentu apakah mereka mampu memuaskan pasangan atau tidak.
Anda tentu tak punya semacam metal detector yang bisa mendeteksi, pria mana yang memiliki big size, dan mana yang mempunyai small size. Namun, tanpa detektor pun, kita bisa kok mengetahui apakah seorang pria termasuk "Mr Mini P". Beberapa wanita menyampaikan tanda-tanda menarik berikut, dan coba lihat apakah Anda juga bisa mendeteksinya.

Egonya besar
Pria dengan "mini P" disebut-sebut memiliki ego yang besar, karena seumur hidupnya harus bertahan di tengah-tengah kaum pria yang umumnya dianggap jantan bila memiliki "perangkat yang besar". Oleh karena itu, ia harus menciptakan suatu ilusi bahwa, meskipun miliknya tidak besar, ia lebih berharga daripada emas. Pria seperti ini umumnya memiliki gaya hidup mewah, dengan mobil atau gadget-gadget yang melebihi apa yang dimiliki pria lain dengan ukuran penis rata-rata. Mereka umumnya juga memiliki jaringan pertemanan yang luas.

Juara seks oral
Ini namanya adil. Mr Mini P biasanya tahu bagaimana mengkompensasi ketidakberuntungannya tadi dengan menguasai keahlian lain: lidahnya. Ia mahir sekali bermain dengan lidahnya, dan tak jarang mampu memuaskan pasangannya hanya dengan cara seks oral ini. Namun jika ia mampu menjelajahi segala sudut daerah intim pasangannya, dan membuat pasangannya cukup panas dan siap melanjutkan sesi berikutnya, saat terjadi intercourse si wanita tentu tak akan sadar sebesar apa penis pasangannya.

Tak pernah membahas topik seputar penis
Tentu saja, untuk apa pria seperti ini mengangkat topik obrolan seputar penis, jika kemudian ia harus membuktikan bahwa "perangkatnya" sendiri cukup hebat untuk dibicarakan? Sebaliknya, ia lebih suka menceritakan pengalaman hebat lain, seperti ketika pelipisnya robek saat terlibat tawuran di sekolah, atau betapa ia pernah diganggu hantu ketika sedang lembur di kantor.

Pendek kata, Mr Mini P tak akan pernah bercerita seputar penis, karena pria umumnya tidak suka membicarakan hal-hal yang mengganggu mereka. Hal ini tentu berbeda dengan kita, yang dengan santainya akan mengatakan pada teman-teman di kantor, "Ah, dada gue tipis begini, pakai push up bra juga enggak nolong!"

Prinsipnya, "Size doesn't matter"
Mr Mini P biasanya akan mulai melontarkan konsep bahwa "size doesn't matter". Sesuatu yang kecil sebaiknya jangan dijadikan patokan, begitu menurutnya. Katanya sih, justru karena ia sadar bahwa "his size does matter", ia berusaha bertahan dengan berusaha mengubah pemikiran para wanita yang kebetulan belum pernah bertemu Mr Maxi P. Ia akan mengatakan, "Bukan ukuran kapalnya yang penting, tetapi bagaimana gerakannya di laut?" Hm... Anda tahu kan, bagaimana terjemahan analogi ini dalam urusan Mr P-nya?

...Read More
0

Sperma Ternyata Punya "Hidung"


Mau tahu bagaimana sperma bisa menemukan telur yang siap dibuahi di dalam rahim? Suatu penelitian yang dilakukan oleh Dr. Marc Spehr dari Rohr University Bochum di Jerman berhasil mengenali suatu pencium bau pada permukaan sperma.

Diketahui, pencium bau ini bertugas menggerakkan sperma ke arah sumber aroma tertentu. Mekanisme ini menyiratkan bahwa sperma tergantung pada indra penciuman untuk menemukan telur yang siap dibuahi.

Begitu penjelasan peneliti seperti dilaporkan Science pada akhir Maret lalu. Diharapkan, pengkajian lebih jauh tentang proses ini suatu hari akan bermanfaat bagi periset untuk membuat alat kontrasepsi alternatif atau bahkan suatu sarana baru untuk menunjang kesuburan.

Pencium bau pada sperma yang dikenali tim peneliti itu diidentifikasikan sebagai hOR17-4. Zat ini merupakan suatu kelompok protein yang dikenal sebagai pengenal bau (olfactory receptors), yang bertugas untuk mendeteksi aroma.

Meski banyak di antara kelompok protein ini ditemukan di hidung, beberapa di antaranya, semisal hOR17-4, ditemukan di seluruh bagian tubuh. Sebelumnya periset sudah tahu bahwa olfactory receptors juga terdapat di sperma, tapi apa kerjanya di tempat itu belum jelas diketahui.

Dalam penelitiannya, Spehr dan rekan memaparkan hOR17-4 pada berbagai zat kimia untuk mengetahui mana yang bisa membuat aktif protein itu. Dari situ mereka mendapati, dengan adanya subtansi yang disebut bourgeonal, sperma manusia menjadi aktif dan mulai bergerak ke arah sumber zat kimia tersebut.

Bourgeonal adalah suatu kandungan sintetis yang digunakan dalam industri parfum dan rasa-rasanya bukan zat yang dipakai tubuh untuk memandu sperma untuk menghampiri telur. “Kami tidak melihat molekul pada bourgeonal terdapat pula pada tubuh manusia, tapi sedang berusaha mempelajari susunannya. Siapa tahu ada yang ikut berperan di dalam saluran kelamin wanita,” tutur Spehr.

Untuk diketahui saja, menurut Spehr, periset telah menemukan antara 20 hingga 40 olfactory receptors yang seperti hOR17-4, terpusat di testikel. Namun, masih belum jelas apakah untuk mencapai sel telur semua sperma hanya menggunakan satu protein saja atau seluruhnya.

Dalam editorial mengomentari penelitian itu, Dr. Donner F. Babcock menuliskan bahwa bila benar sperma menggunakan penciuman untuk membuahi sel telur, ini akan bermanfaat bagi penanganan kasus ketidaksuburan. “Bukannya tidak mungkin sejumlah ketidaksuburan klinis disebabkan oleh rusaknya sinyal yang dipancarkan oleh sel telur. Atau bisa juga sperma salah menerjemahkan sinyal yang diterima,” kata Babcock.

Ditambahkan, pada masa mendatang, tes diagnostik yang dirancang untuk mendeteksi ketidaknormalan seperti itu bisa menjelaskan mengapa sejumlah orang tidak bisa hamil. Kompas

...Read More
0

6 Rahasia Mengikis Lemak Perut


Bagi Anda yang ingin mengikis timbunan lemak yang sekitar perut, enam rahasia berikut ini mungkin bisa membantu. Tip ini adalah langkah bijak sana tanpa harus melakukan operasi sedot lemak.

Tip ini adalah bocoran dari buku  The Flat Belly Diet yang ditulis Liz Vaccariello dan Cynthia Sass. Mereka adalah editor majalah kesehatan Prevention.

1. Makanlah dengan cara mengonsumsi empat hidangan masing-masing bernilai 400 kalori setiap hari.

2. Jangan pernah membiarkan perut Anda kosong lebih dari empat jam.

3. Masukan jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal mono-unsaturated (MUFA) dalam menu Anda. Contoh makanan yang mengandung MUFA adalah kacang-kacangan (termasuk kacang tanah, kacang mete, kacang almond, kacang Brazil, kemiri dan pistachios) alpukat, zaitun, dan sayur-sayuran berlemak lainnya, minyak kacang, minyak zaitun dan minyak canola.

4. Ketika dalam kondisi stres, tubuh Anda akan memproduksi hormon kortisol, yang akan memicu penimbunan lemak di perut. Oleh sebab itu, belajarlah mengendalikan stres supaya program perampingan perut Anda  sukses.

5. Jalinlah dan pertahankan eksitensi Anda dalam kelompok dukungan (support group) yang kuat. Carilah teman sebanyak-banyaknya untuk berdiskusi dan berbagi informasi. Anda pun dapat menemukan kelompok dukungan secara online.

6. Biasakan untuk mencatat dan mengingat apa saja yang telah Anda makan dan berapa banyak jumlahnya.

...Read More
0

Buta 30 Tahun, Bisa Melihat Lagi berkat Mata Bionik


Peter Lane mengira dia akan terus hidup dalam kegelapan akibat kebutaan yang dideritanya selama 30 tahun. Namun berkat mata bionik, dia bisa melihat lagi.

Pria 51 tahun asal Stretford, Inggris, itu merupakan pria pertama di dunia yang menjalani pemasangan perangkat penerima elektronik pada mata yang kemudian mengirim sinyal dari kacamata ke otak.

Teknologi itu memungkinkan Lane melihat bentuk sebuah benda seperti furnitur atau pintu. Mata bionik itu juga membantunya mengenali huruf, meskipun bentuk huruf itu merupakan deretan titik sinar.

Lane menjalani pemasangan alat tersebut di Rumah Sakit Mata Manchester Inggris beberapa waktu lalu. Penglihatannya mulai memudar saat ia berumur pertengahan 20 tahun akibat penyakit menurun.

”Setelah tidak bisa melihat dalam waktu lama, sangat mengagumkan rasanya bisa melihat lagi huruf dan kata. Saya bisa membaca tulisan ’dad’, ’mat’, dan ’cat’ yang tertulis pada layar khusus,” katanya kepada Daily Mail, Kamis (26/11).

Memang dia baru bisa mengenali kata-kata pendek. Namun yang paling membuatnya senang adalah dia bisa kembali mengenali bentuk benda.

”Karena kebiasaan, saya bisa beraktivitas secara biasa di apartemen saya tanpa kacamata. Namun, kacamata ini memberi saya kepercayaan diri dan membuat saya lebih independen,” imbuhnya.

Lane tak bisa menyembunyikan kegembiraan ketika bisa melihat mobil setelah 30 tahun. ”Saya senang menjadi bagian dari percobaan ini,” ujarnya.

Lane merupakan satu dari 32 orang yang mengambil bagian dari sebuah percobaan teknologi yang bertujuan membantu penderita retinitis pigmentosa, sekelompok penyakit genetis. Penyakit ini menyebabkan penderitanya kehilangan kemampuan melihat. Percobaan ini dilakukan di seluruh dunia.

Mata bionik yang dipakai Lane dikembangkan oleh Second Sight, sebuah perusahaan Amerika yang dipelopori 11 dokter mata di seluruh dunia.

Ayah dua anak ini menjalani operasi pemasangan alat itu selama empat jam. Diperlukan waktu dua bulan untuk proses penyembuhan matanya, sebelum dia menguji coba kemampuan mata bionik itu. Lane baru bisa mengenali obyek pada awal November ini.

Sumber : Kompas

...Read More
0

Melembapkan Wajah dengan Alpukat


Berada di dalam ruangan ber-AC, atau terkena polusi udara, sinar matahari, angin, serta kurang minum air, bisa membuat kulit menjadi kering. Berikan sedikit rasa nyaman pada kulit wajah Anda yang terasa kering dengan menggunakan bahan alami. Salah satu bahan alami yang bisa Anda gunakan adalah alpukat. Berikut caranya;
Bahan:
1 sendok makan alpukat yang dihancurkan
1 sendok teh madu
3 tetes cuka apel
Minyak wijen

Untuk membuatnya, campurkan alpukat, madu, dan cuka apel, lalu masukkan minyak wijen untuk menciptakan konsistensi agar mudah diaplikasikan. Oleskan campuran tadi pada wajah Anda secara langsung dengan tangan yang bersih, lalu diamkan selama 5-10 menit. Setelah itu bilas dengan air hangat, dan keringkan wajah secara perlahan. Untuk memberikan kesan lebih segar, Anda bisa mengakhiri dengan mengoleskan atau menyemprot wajah dengan air mawar, lalu oleskan pelembap wajah sesuai jenis kulit wajah.

...Read More
0

Manisnya Manfaat Buah Pir


Manusia sudah mengonsumsi buah pir sejak lama. Ada alasan mengapa buah pir disukai. Selain karena rasanya yang lezat, buah ini juga sangat bernutrisi.
Buah yang termasuk dalam keluarga buah apel ini lebih kaya serat ketimbang apel. Jika 1 buah apel mengandung 3 gram serat, pir mengandung 6 gram. Ini berarti 1 buah pir mengandung 20 persen asupan serat yang disarankan untuk dikonsumsi dalam sehari. Buah pir juga bebas dari lemak, bebas kolesterol, bebas sodium, dan kaya akan vitamin C, K, dan kromium.

Buah pir memiliki kadar indeks glikemik yang rendah dan hanya mengandung kalori sekitar 100 per buahnya. Artinya, buah ini baik untuk mereka yang memiliki penyakit diabetes dan hypoglycemics. Gula dari makanan yang kadar indeks glikemiknya rendah diserap tubuh secara perlahan, menjaga level gula darah stabil. Pir pun kaya akan pektin, serat diet yang mudah larut dan dipercaya mampu menurunkan kolesterol dan meregulasi gerakan usus besar. Karenanya, pir amat baik untuk mereka yang memiliki masalah konstipasi.

Manfaat terbesar buah pir terdapat pada kulitnya. Karena itu, sebaiknya tidak mengupas kulit pir jika Anda ingin mengonsumsinya. Kebanyakan serat yang terkandung di pir terdapat di kulitnya, termasuk quercetin, yakni zat antioksidan dan flavonoid yang memiliki efek antiradang. Meski zat tersebut tak sebanyak yang dimiliki apel dan bawang bombai, namun masih merupakan nutrien yang baik dari pir. Selain itu, buah pir juga memiliki folat, yang telah terbukti bisa mencegah cacat pada saraf bayi. Maka wanita yang hamil disarankan untuk mengonsumsi buah pir. Mereka yang memiliki masalah dengan alergi makanan amat disarankan untuk mengonsumsi buah pir karena aman dan tidak mencetuskan reaksi alergi. Pir juga disarankan sebagai buah pertama yang diberikan kepada anak-anak karena dinilai hipoalergenik.

Saat akan memilih buah pir, pilihlah yang tidak memar (biru karena terantuk), terpotong, sudah berwarna kecoklatan, atau pun yang terlihat masih muda. Pir yang sudah cukup matang akan terasa lembut ketika ditekan dengan jari. Jika Anda membeli buah pir dan baru akan mengonsumsinya beberapa hari setelah dibeli, pilihlah yang masih keras. Begitu pun jika Anda akan menggunakannya untuk dibuat bahan kue panggang. Buah pir yang sudah matang harus dikonsumsi dalam waktu sehari atau dua hari.

Biarkan buah pir matang dalam kondisi udara ruangan. Jika ingin membuatnya cepat matang, sandingkan dengan buah apel. Buah apel melepaskan gas etilen ke udara, yang membuat buah-buahan lain di sekitarnya matang lebih cepat. Untuk mendapatkan efek antioksidan terbaik, konsumsi pir ketika ia berada dalam kondisi paling matang. Karena kulitnya sangat tipis, berhati-hatilah jika akan membawa buah pir untuk dimakan di lain tempat.

Sumber : Kompas

...Read More
0

Bersepeda Rutin, Obat Hidup Sehat


Endang Warsoma, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandung, mengangkat telepon genggamnya. Mimik wajahnya serius. Tapi, telepon di malam itu bukan menyangkut soal pekerjaan, tetek bengek soal kependudukan. Melainkan, soal bersepeda.

"Barusan adalah ajakan rencana gowes ke Pangandaran," tutur Endang menjelaskan perihal telepon itu. Jika sudah menyinggung soal sepeda, birokrat ini sangatlah antusias.
"Saya sering berangkat dari rumah di Ujung Berung ke kantor naik sepeda. Tiga puluh menit sudah sampai, lebih cepat dari naik mobil," ucapnya membeberkan dampak positif bersepeda.

Namun baginya, fungsi utama bersepeda adalah olahraga dan kesehatan. "Kalau bagi sebagian orang (bersepeda) ini adalah gaya hidup, buat saya adalah olahraga," tutur Endang yang aktif tergabung di dalam beberapa komunitas pesepeda, termasuk Bike to Work.
Virus kesadaran bersepeda pun tumbuh di kalangan guru. Setiap Sabtu, Iwan Hermawan (17) rutin bersepeda sejauh 17 kilometer dari rumah ke sekolah. Di akhir pekan, beramai-ramai bareng komunitas sepeda, termasuk Komunitas Guru-guru Pesepeda Bandung, ia kerap plesiran ke luar kota sambil gowes.

"Pengalaman bersepeda sampai ke Garut, Kawah Kamojang, Cianjur, Pangalengan. Libur panjang nanti rencana ke Pangandaran," tutur guru SMAN 9 Kota Bandung ini.
Lantas, apa untungnya capek-capek bersepeda? "Menjaga tubuh biar tetap stabil. Biar gak kena stroke. Kata orang China, bersepeda buat orang umur di atas 40 tahun itu bagus," tuturnya sambil berkelakar.
Dibenarkan Prof. Dr. Antonius Purba, AIFO, ahli faal dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, bersepeda merupakan pilihan yang mudah, murah, dan tepat menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat.

"Keuntungan bersepeda ini, selain menggembirakan dan mudah, bisa dilakukan oleh siapa pun," tutur Kepala Bagian Ilmu Faal FK Unpad ini, Rabu (18/11) sore. Seluruh komponen kebugaran, yaitu mencakup menyehatkan jantung dan paru, membuat otot bertambah kuat dan memiliki daya tahan, tubuh menjadi lentur, serta badan seimbang, dipenuhi lewat olah raga bersepeda.

Lebih luasnya, seperti halnya kegiatan aerobik lain, olahraga ini sangat baik untuk mencegah stroke dan penyakit jantung, papar Ketua Umum Ikatan Ahli Faal Indonesia ini.
Akan tetapi kegiatan bersepeda itu harus dilakukan minimal 30 menit setiap kali dilakukan, serta harus rutin setidaknya tiga kali seminggu. "Jika hanya sekali, tidak berarti banyak," ungkapnya kemudian.

Membentuk kekebalan tubuh
Bersepeda rutin selama minimal 30 menit akan mengakibatkan terbakarnya trigliserin, yaitu zat di tubuh yang menjadi bahan bakar kolesterol dan menyebabkan tubuh menjadi gemuk.
Bersepeda juga bisa menjadi sarana yang tepat untuk terapi dan rehabilitasi penderita sakit jantung. Dan, yang perlu diketahui pula, bersepeda secara teratur seperti layaknya olahraga aerobik lainnya, juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Maka, orang yang rutin melakukan olahraga ini jarang sekali terkena sakit, apalagi semacam flu. "Karena dapat merangsang pembentukan antibodi di tubuh," paparnya.
Sebuah studi di Denmark di tahun 2000 bahkan menyebutkan bahwa olahraga bersepeda bisa mengurangi resiko kematian hingga 40 persen pada seseorang! Jadi, mari kita bersepeda!

Sumber : Kompas

...Read More
0

Pengharum Ruangan Menyebabkan Gangguan Paru-Paru


Dalam beberapa tahun terakhir kandungan kimia dalam penyegar dan pengharum ruangan dicurigai menjadi penyebab sesak nafas dan masalah paru-paru lainnya.

Penelitian yang dilakukan National Institutes of Health, Amerika Serikat menemukan bahwa pada orang-orang yang berada pada ruangan berpengharum, dalam darahnya terkandung 1,4-dichlorobenzene, kimia organik yang menurunkan fungsi paru-paru.

Substansi kimia ini amat umum dijumpai dalam kapur barus, asap rokok, dan pengharum kamar mandi.
Sementara itu penelitian lain yang dipublikasikan Environmental Health Perspectives menelaah kesehatan 953 orang berusia rata-rata 37 tahun selama enam tahun berturut-turut.

Setelah mengeliminasi faktor lain seperti asap rokok, penelitian itu menemukan 10% dari responden mempunyai kadar 1,4 DCB dalam darahnya, semakin parah setelah berada di ruangan berpengharum udara. Fungsi paru-parunya turun empat 4%.

Angka empat persen tidak cukup kuat untuk mengenyahkan pengharum ruangan dengan segera. Namun seperti disampaikan periset, apabila fungsi pernafasan menurun adalah indikasi dari kerusakan paru-paru. Solusinya, kurangi penggunaan produk sejenis dan lebih banyak membersihkan ruangan serta dialiri udara segar.

Sumber : inilah.com

...Read More
0

Hindari Diabetes dengan Hidup Sehat


Menghindari penyakit memang lebih baik daripada mengobati. Salah satu caranya adalah menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi sayur dan buah serta olahraga teratur tiga kali seminggu. Selain itu, sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol dan rokok.

Saat seseorang divonis menderita suatu penyakit, bisa dipastikan bahwa orang tersebut akan merasa sedih dan berjuang melawan penyakit tersebut.

Hal itulah yang dilakukan Bong Lay Tjun,48, yang divonis menderita diabetes selama 38 tahun. Tjun mengatakan, setahun sebelum didiagnosis menderita diabetes, dia mengaku sudah mengalami gejala diabetes, seperti penambahan nafsu makan, penurunan berat badan secara drastis, sering haus, dan sering buang air kecil di malam hari.

"Berat badan saya bisa turun sebanyak 3 kg dalam waktu sebulan," ceritanya saat menghadiri acara Peringatan Hari Diabetes Dunia 2009 yang diadakan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), sanofiaventis Indonesia, dan RS Pantai Indah Kapuk, di Hotel Grand Sahid Jakarta,pekan lalu.

Sebelumnya, ujar Tjun, dirinya memiliki kebiasaan buruk yakni sering mengonsumsi kopi dengan memakai gula hingga mencapai tiga sendok makan. Dia juga gemar mengonsumsi makanan apa pun dengan kadar kalori tinggi. "Karena kebiasaan saya itulah, saat dicek gula darahnya, kandungan gula dalam darah Tjun mencapai angka 300 dan 400," jelasnya.

Lama-kelamaan, Tjun pun sadar akan gaya hidupnya yang semakin membawanya tidak dalam keadaan sehat sehingga akhirnya dia mengikuti program edukasi "Pandu Diabetes" yang dijalankan RS Pantai Indah Kapuk. Berkat program tersebut, Tjun kini tak lagi bergantung pada obat-obatan.

Tjun memutuskan untuk mengubah pola hidupnya setelah mengikuti seminar mengenai komplikasi diabetes. Tjun pun mulai menerapkan pola diet seimbang, melakukan konsultasi gizi, serta berolahraga seperti senam dan jalan kaki dengan teratur.

"Edukasi itu memberi tahu hal-hal yang kami tidak tahu. Misalnya menjaga pola makan dan melakukan senam secara rutin. Edukasi juga menghindarkan saya dari stres karena larangan-larangan yang berasal dari orang-orang yang tak memahami benar diabetes," tuturnya.

"Bantuan dan dukungan orang-orang terdekat akan menjadikan segala sesuatu jauh lebih mudah," ucap laki-laki yang kini aktif sebagai pandu diabetes ini.

Dari cara mengubah pola hidupnya itulah, Tjun akhirnya bisa mengontrol kadar gula darah dalam batas normal serta bebas obat sejak 2005.

"Edukasi sesama pasien diabetes (peer to peer education) sangat penting, terutama sebagai sarana penyampaian informasi dalam rangka mencegah dan mengobati diabetes. Saya berusaha agar keluarga saya tidak sampai menderita diabetes," ungkapnya.

Ketua Konsultasi Diabetes RS Pantai Indah Kapuk (PIK) Dr Roy Panusunan SpPD-KEMD mengatakan bahwa niat untuk hidup sembuh itu menjadi kunci agar seorang penderita yang hidup dalam penyakit, bisa berjuang melawan penyakitnya.

"Karena itu, persoalan pola pikir memerlukan proses yang panjang dan perlu dukungan dari dalam diri pasien dan keluarganya," paparnya di acara yang sama.

Acara yang juga merupakan peluncuran dari Diabetes EduCenter oleh RS Pantai Indah Kapuk (RS PIK) tersebut, merupakan rangkaian acara untuk memperingati Hari Diabetes Dunia hari ini. RS PIK saat ini memiliki Program Klinik Edukasi Diabetes termasuk di dalamnya adalah perawatan kaki, senam, ceramah diabetes. dan konsultasi gizi.

Roy berharap dengan adanya Diabetes EduCenter di RS Pantai Indah Kapuk, dapat memberikan informasi yang lebih baik sekaligus edukasi yang lebih intensif kepada pasien serta masyarakat mengenai pentingnya mengenal penyakit diabetes serta upaya pencegahannya.

Presiden Direktur Sanofi-Aventis Indonesia Gilbert Julien mengatakan, Diabetes EduCenter merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan memiliki pengetahuan tentang diabetes dan cara untuk mengendalikannya sehingga kualitas hidup meningkat.

"Di Diabetes EduCenter, pasien dan masyarakat dapat berkomunikasi dengan para dokter dan edukator tentang diabetes," ucapnya, yang berkeinginan membangun beberapa Diabetes EduCenter di beberapa kota besar di Indonesia.

Sumber : okezone

...Read More